#LINE3R – Bukan Taksi di Jalan Raya

Sajak Berderak – 25

“Jalanin aja dulu yuk, nanti juga bisa.”
.
Ia begitu yakin atasnya, bahwa semua akan biasa. ‘Lama-lama juga….’
.
Ia mengemudi, satunya di bangku penumpang.
Ia sibuk menawarkan pilihan, jalanan, destinasi, temperatur, musik, bahkan permen.
Si penumpang hanya sibuk dengan dirinya, entah buku, ponsel, bahkan kuku.
.
.
Sesekali sang pengemudi harus ‘ngerem mendadak’ karena si penumpang mau berhenti, entah di toilet, rumah makan padang, gerai kue artis, sampe tukang kuota.
.
.
Hingga di satu titik, sang penumpang marah
“Kok nggak nyampe-nyampe di tujuanku?”
“Aku…. Aku nggak mau kamu ke situ. Itu bukan tujuanku”
“Kan sejak awal kamu yang mau aja. Katanya jalanin dulu.”
“Tapi…” …. ‘Aku berharap kamu akan merubahnya, tujuannya kepada tujuanku’
“Aku turun sekarang.”
.
Dan, terjadi begitu saja. Amat cepat. Sang pengemudi hanya menatap punggung yang ia ajak ‘jalanin dulu’ tanpa bisa berkata.
.
Kau pikir sang penumpang egois?
Sayangnya, surga berkata lain…
Sejak awal, sang pengemudi tidak pernah pikirkan penumpangnya.
Ia hanya perduli soal dirinya yang yakin bisa bahagiakan sang penumpang hingga akhirnya mau merubah tujuannya.
.
Sayang, merubah tujuan, tak semudah merubah tim dari MU ke Barcellona.
.
Jangan pernah terkecoh dengan ‘jalanin aja dulu. Tujuan yang tak sama sejak awal, takkan pernah sama.
.

#sajakberderak – 25
#byL

2018.01.29
Hek


Leave a comment