Anak penyendiri itu ternyata seorang jenius yang memang nyaman menyendiri, akan bicara kalau diminta. Ia seutuhnya bahagia dalam jiwanya, atas pilihannya
Anak periang itu sesungguhnya tengah berjuang membantai keinginan bunuh diri yang terus mendera
Anak yang tak bisa perform di kerjaan itu ternyata ayahnya sedang memperjuangkan antara hidup dan tiada
Anak yang kerjaannya ke toilet itu ternyata memang introvert saja, butuh banyak waktu sendiri untuk kembali bisa
Anak yang kau fitnah itu mungkin sudah berjuang semua yang ia bisa, tapi memang salah bidang saja
Iya, memang hidup ini soal pilihan kita
Tapi boleh kan ya kita lebih rendah hati dan saling menerima?
Boleh kan ya kita menghargai citra dan cerita yang tak selalu bisa terurai kerumitannya?
Bukankah memang kita semua lahir, besar, dan terus menerus terpapar hal-hal yang berbeda?
Jadi, mengapakah sulit untuk bisa lebih menghargai, menerima, paling tidak sedikit saja?
Jumat, 7 Mei 2021
Sepulang Kerja, Kaki Keram, Bingung Mau ke Mana Selanjutnya
