Sampah – Sampah Ibu Kota – Prologue

“Gue pengen mati sekarang.”Marsa mengetik pesan itu dengan santai, seakan-akan itu hal yang sangat wajar. Seakan-akan ia lagi ngomong, ‘Gue lagi ngidam seblak.’

Spontan, Tami yang sedang bertukar pesan dengannya langsung menelpon. Meski awalnya malas, Marsha akhirnya mengangkatnya juga. Dan, benar saja, belum juga ia berujar kata ‘Halo,’ teriakan Tami lekas membahana, “Heh, udah gila lo ya!”

“Orang tuh kalau nelpon ya ngomong Assallamualaikum atau Shallom dulu gitu kek Dateng-dateng langsung ngatain orang gila.”

“Ya menurut lo aja, anjing. Udah jam 1 pagi, nulis pesan kek gitu. Gue tau lo aneh, tapi ya nggak usah seaneh itu.”

“Loh, apaan sih yang aneh dari pengen mati sekarang, Tam? Toh juga, kalau akhirnya orang bakalan mati, apa bedanya antara sekarang atau nanti-nanti?”

Kala memanggil kembali dalamnya hubungan mereka sebagai sahabat, Marsa yakin bahwa Tami kini sedang mengacak wajahnya gusar, mencoba untuk duduk, sembari merangkai kata-kata paling menohok, tapi juga bisa mengusik pikirnya. Tak disangkanya, Tami hanya berusaha menyampaikan dengan tenang, “Lo katanya masih pengen ngewe? Kalo lo mati sekarang, terus kalau di afterlife ketemu Bunda Maria, masa nggak malu sama doi, lo meninggalnya masih perawan?”

Merasa situasi itu lucu, tetapi juga bikin gusar tipis-tipis, Marsa langsung menyambar, “LAH SI ANJIR. Kirain bakal ngomongin yang filosofis. Taunya ujung-ujungnya selangkangan!”

Dari ujung lain, Tami tertawa renyah, “Kalau orang udah pengen mati, diomongin soal surga-neraka ya malah tambah pengen mati, kan?”

Marsa lantas membenarkan posisi berbaringnya di kasur, “Iya juga sih. Kalau tadi lo ngomongin soal ‘Tuhan’ dan ‘bermanfaat buat orang lain,’ pasti gue malah tambah ngegas pengen mati sekarang.”

Tawa halus kini menyambut dari sisi Tami. Namun, itu tak berlangsung lama sebelum ia akhirnya bergumam, “Kenapa tiba-tba pengen mati sekarang, Sa?”

“Kenapa ya…. Gatau, pengen aja.”

“Itu nggak masuk akal, jing. Yang bener coba, apa alasannya?”

“Hmm, karena….”

  • Bersambung

9 Desember 2022

Kota Groningen


Leave a comment